Yang Tua Yang Berkarya

Semua orang pasti ingin menjadi sukses, sukses dalam pendidikan, sukses dalam perekonomiannya, hingga sukses dalam segala hal. Sebenarnya jika kita ingin menjadi sukses itu bisa dilakukan, tentu dengan berdoa, usaha yang keras, terus belajar dan memanfaatkan kesempatan dimasa mudanya agar kelak dimasa tua, tinggal menikmati hasilnya. Tidak sedikit mereka yang sudah sukses meraih cita-cita, pekerjaan, kekayaan dan keluarga, namun tetap semangat bekerja menjalani masa tuanya.

Kenapa kita tidak melakukan pekerjaan yang besar dan bermimpi hal-hal yang besar? Jika berkata hal itu karena kita masih muda dan belum pengalaman, kenapa harus menunggu tua. Justru orang yang sudah tua dan berpengalaman, sering kehilangan keberanian untuk melakukan perkara besar, karena hikmat membuat dia berhati-hati, toh tidak ada istilah “yang tua yang berkarya” bukan?. Lihatlah daftar orang sukses, dan kita akan setuju jika khansa mengatakan; “Usia bukan batas seseorang untuk berkarya besar”. Batasnya adalah kalau dia berpikir bahwa usia menjadi batas, itulah yang membatasinya.

Masa pensiun adalah masa yang amat membahagiakan, bagi sebagian karyawan. Karena di masa ini, mereka akan memiliki waktu yang lebih banyak lagi untuk berbagai aktivitas yang selama ini tidak bisa ia lakukan. Mereka akan memiliki banyak waktu luang untuk keluarga, dan juga untuk berbagai kegiatan produktif. Seperti menjalankan hoby yang selama mereka tinggalkan. Namun banyak karyawan begitu memasuki masa pensiun bingung menentukan aktivitas apa  yang sesuai untuk mereka setelah pensiun?. Rata-rata seorang pensiunan di Indonesia menurut Adi Waluyo dan Sukatna Panca Mmenghadapi tiga hal secara bersamaan yakni kesulitan financial, post power syndrome, dan menurunnya kesehatan secara dratis.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tetap bekerja di bidangnya meski telah pensiun bisa menikmati kesehatan fisik dan mental lebih baik dibandingkan mereka yang berhenti bekerja sepenuhnya atau beralih ke bidang kerja lain. Sepertinya mereka didukung untuk tetap dan terus bekerja, bagi pegawai negeri misalnya, meski dengan berubah status menjadi pegawai honor, mereka tetap menempati pekerjaan meski sudah masa pensiun, hal ini tentu mempersempit peluang kerja bagi tenaga muda, karena yang seharusnya posisi yang ia tinggalkan diisi oleh pegawai baru. 

Kinerja fisik yang tua memang menurun, mereka bisa melakukan kesalahan tapi jarang membuat kesalahan yang fatal dibanding yang muda, mungkin karena pengalaman kerja yang banyak. Keunggulan produktivitas yang tua didapat lantaran mereka lebih berpengalaman dan mudah bekerja sama. Mereka pun dinilai mampu menyelesaikan masalah lebih cepat berdasarkan ide dan pengalamannya. Saran cukup baik bagi mereka adalah berbisnis. Peluang bisnis yang cocok dijalankan di masa pensiun adalah yang meliputi sektor pertanian atau perkebunan, peternakan, pariwisata atau bisnis yang bersifat investasi seperti bisnis property atau jasa persewaan.

Karyawan lama yang rata-rata usia tua, mungkin terusik ego-nya karena merasa merekalah yang seharusnya naik pangkat dan menduduki jabatan lebih tinggi. Bukankah yang tua sudah lebih berpengalaman?. Banyak karyawan yang tua merasa lebih berhak karena menganggap dirinya sudah banyak berjasa pada perusahaan, namun apa boleh buat, si yang muda itulah yang terpilih. Tapi apa mau dikata. Seperti dikatakan seorang petinggi sebuah organisasi industri di Virginia, Amerika Serikat, “Di seluruh dunia, angkatan kerja semakin lama semakin muda”.

Banyak hal yang membedakan mereka yang tua dengan yang muda, berawal dari perbedaan persepsi. Salah satunya perbedaannya dalam cara dan gaya mereka bekerja, yang tua terbiasa berkomunikasi dengan gaya tatap muka, sedangkan yang muda lebih suka berkomunikasi secara instan seperti lewat e-mail, SMS, BBM atau media sosial/chating. Mereka yang tua menekankan perlunya proses sedangkan mereka yang muda lebih mementingkan hasil.

Ada contoh unik dari praktek sehari-hari, karyawan tua disiplin terhadap aturan, seperti jam kerja, mungkin mereka perlu memberikan banyak waktu bersama keluarga. Mereka menganggap yang muda suka menghabiskan waktu kerja diluar selama berjam-jam atau memanfaatkan waktu makan siang untuk urusan lain. Mereka menganggap dia seenaknya dan tidak mematuhi peraturan kantor, sekalipun untuk menebus waktu yang terbuang  itu, yang muda rela bekerja sampai larut malam.  Sebaliknya, yang muda, perlu menghadapi mereka yang tua dengan berbekal sikap positif, karena yang tua terkadang bernostalgia tentang kesuksesan masa lalu, merasa memiliki jam terbang yang lebih banyak atau prestasi serta kompetensi yang sudah mumpuni.

Seseorang yang terjun sebagai seorang entrepreneur di usia yang masih belia, bisa dipastikan ia akan memiliki karyawan yang berusia lebih tua. Meskipun pekerja yang lebih tua secara alami memiliki lebih banyak pengalaman yang bisa dimanfaatkan sebagai aset. Kita juga harus ingat bahwa harus tercipta suatu keseimbangan agar semua pihak bisa bekerja dengan baik sebagai satu organisasi. Untuk bisa diterima yang tua, seseorang harus percaya diri untuk bersikap wajar, tanpa harus mengingat usia mereka. Memperlakukan mereka dengan selayaknya, setara seperti yang lainnya. Jika si muda menunjukkan dominasi dan terlalu percaya diri, bahkan mendekati sombong, mereka yang tua bisa saja kehilangan minat untuk bekerja sama saat melihat seseorang terlalu pongah.

Seorang karyawan yang tua juga lebih bisa bekerjasama dalam team. Mereka pun dapat mengatasi masalah secara baik, dengan menggunakan taktik dan ide-idenya. Kita bisa menemukan bahwa seorang karyawan yang sudah berumur, namun memiliki tingkat pendidikan rendah, lebih produktif dibandingkan mereka yang muda yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Hal ini mungkin dikarenakan, karyawan muda dengan pendidikan tinggi lebih cepat bosan.

 

2 pemikiran pada “Yang Tua Yang Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>