Syarat Mudah Memiliki Rumah Secara KPR Bersubsidi

Perjanjian akad kredit adalah persetujuan atau kesepakatan bersama antara bank dan debitur atas sejumlah kredit dengan kondisi yang telah ditentukan. Sedangkan rincian yang harus disediakan debitur  pada saat akad kredit antara lain : angsuran bulan pertama, provisi bank, biaya notaris, APHT (Akte Pemberian Hak Tanggungan), penilai (appraiser), biaya premi angsuran kebakaran, angsuran jiwa, biaya tabungan yang diblokir, dan biaya adiministrasi. Penandatangan akad kredit dilaksanakan didepan notaris, pihak bank dan debitur (pemohon atas KPR). Setelah proses akad kredit, pihak bank akan menyerahkan kunci rumah melalui pihak develover dan ketentuan angsuran pokok dimulai setelah dua bulan kemudian. Pada saat serah terima, diharuskan membawa KTP, dokumen PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli), dan dua buah materai 6000. serta mendapatkan mendapatkan kunci rumah, dokumen berita acara, satu lembar perjanjian pemasangan pompa dan alat sanitasi, satu lembar formulir komplain, dan dokumen yang digunakan untuk melaporkan ke bagian pengelola.

Ada dua poin penting yang perlu ingat dari tindak lanjut setelah proses akad kredit. Pada saat itu, Notaris mengingatkan untuk melakukan konfirmasi ke developer kapan serah terima bangunan dan kapan penyerahan akta jual beli. Serah terima bangunan dari developer harus dipastikan dan konfirmasi ulang oleh pembeli.

Sebelum proses akad kredit, pemohon (debitur) tentunya harus memenuhi semua persyaratan administrasi. Jika permohonan Pengajuan Uang Muka Kerjasama Bank (PUMP-KB) sudah atau dalam proses pengajuan, penting sekali bagi pemohon untuk mengurus administrasi permohonan KPR kepada bank. Syarat-syarat administrasi hampir sama seperti pada saat pengajuan PUMP kepada Jamsostek, namun biasanya ditambah syarat tambahan seperti, foto copy buku tabungan di bank. Setelah semua persyaratan kita siapkan dengan baik, waktu yang kita butuhkan untuk mengumpulan semua persyaratan administrasi setelah booking fee, sekitar 1-2 minggu. Proses konfirmasi dari pihak bank juga tidaklah sulit, pada saat interview oleh bank, debitur hanya perlu menjawab dengan jujur semua kondisi finansial kita.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan diurus oleh developer perumahan yang kita ambil, setelah uang tanda jadi (booking fee) dan Down Payment (DP) dibayarkan, maka biasanya proses berikutnya adalah pengumpulan persyaratan administrasi KPR. Marketing perumahan biasanya akan mengajukan KPR ke dua atau tiga bank sekaligus (paralel). Tujuan utamanya adalah membuat backup bila pengajuan KPR ke suatu bank tidak berhasil, developer perumahan juga menginginkan pengajuan KPR diterima oleh bank, karena hal itu artinya proses penjualan rumah telah closing.

Persyaratan administrasi KPR berbeda tergantung dengan status pemohon seperti Karyawan, wiraswasta atau profesional. Dokumen yang diperlukan untuk mengurus administrasi KPR adalah seperti :

Karyawan :

  • Foto copy KTP suami dan istri.
  • Pas photo Suami dan Istri 3×4.
  • Foto copy surat nikah.
  • Foto copy kartu keluarga.
  • Slip gaji bulan terakhir.
  • Surat Keterangan Aktif Kerja.
  • Buku tabungan di bank sesuai jenis tabungan pada bank penerbit KPR.
  • Surat keterangan penghasilan tambahan di cap dan tandatangan pemerintah setempat dilampirkan rincian penghasilan (3 bulan terakhir ) bagi karyawan yang kurang memenuhi jumlah penghasilan memadai.
  • Foto copy NPWP dan SIUP Perusahaan. Jika perusahaan tidak bisa mengeluarkannya, maka perusahaan membuat surat pernyataan keberatan mengeluarkan NPWP dan SIUP.

Wiraswasta :

  • Foto copy KTP suami dan istri.
  • Pas photo suami dan istri 3×4.
  • Foto copy surat nikah.
  • Foto copy kartu keluarga.
  • Foto copy NPWP dan SIUP.
  • Rekening koran atau tabungan bank (3 Bulan Terakhir).
  • Surat keterangan penghasilan di cap dan tandatangan pemerintah setempat.
  • Laporan Keuangan (1 Tahun terakhir ).
  • Buku tabungan di bank sesuai jenis tabungan pada bank penerbit KPR.

Profesional :

  • Foto copy KTP suami dan istri.
  • Pas photo suami dan istri.
  • Foto copy surat nikah.
  • Foto copy kartu keluarga.
  • Rekening koran atau tabungan bank (3 Bulan Terakhir).
  • Buku tabungan di bank sesuai jenis tabungan pada bank penerbit KPR.
  • Surat Ijin Praktek dari Institusi pemerintah terkait.

Setelah dokumen kita serahkan ke bank melalui pengembang/developer perumahan tentunya, pihak bank akan melakukan checking ke Bank Indonesia (BI) berhubungan dengan status kita (nama kita). Kredibilitas keuangan kita diuji di sini. KPR akan sulit disetujui apabila kita memiliki track record buruk di peminjaman bank, kartu kredit, dsb.

Pihak bank akan menghubungi kita untuk mengabarkan hasil BI checking, melakukan konfirmasi dan interview dalam upaya memproses lebih lanjut pengajuan KPR kita. Biasanya pihak bank akan meminta tambahan dokumen apabila dirasa masih ada yang kurang dalam pembuktian kekuatan finansial kita seperti surat penghasilan tambahan. Bantu pihak bank untuk melengkapi dokumen kita dengan cepat, dan selalu jujurlah kepada mereka terhadap kemampuan finansial kita. Intinya jalin komunikasi dengan pihak bank yang membantu mengurus KPR kita.

Rule umum untuk jumlah pinjaman yang disetujui oleh bank adalah, apabila kekuatan finansial (pendapatan) bulanan kita 3x jumlah pembayaran kredit bulanan. Jadi bila cicilan KPR kita perbulan Rp. 5 juta, itu artinya pendapatan perbulan kita minimal Rp. 15 juta. Pihak bank akan menghubungi kita lagi apabila pengajuan KPR kita diterima. Dan mereka biasanya meminta kita mengisi formulir persetujuan KPR. Namun berbeda jika kita akan mengambil KPR bersubsidi bagi penghasilan rendah, jumlah penghasilan maksimal 3,5 juta perbulan.

Kabar yang menggembirakan bagi sobat yang menginginkan rumah murah, sekarang Kementerian Perumahan Rakyat memiliki program KPR FLPP yang dapat sobat miliki dengan harga dan cicilan terjangkau. KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) diberikan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, baik berpenghasilan tetap maupun tidak tetap melalui program KPR bersubsidi pemerintah. Beberapa persyaratannya antara lain:

  1. Belum pernah memiliki rumah, baik melalui pembiayaan bersubsidi maupun tidak bersubsidi melalui surat pernyataan belum memiliki rumah.
  2. Penghasilan pokok maksimal Rp 3,5 juta untuk rumah tapak dan Rp 5,5 juta untuk Rusun.
  3. Memiliki NPWP dan SPT atau Surat Pernyataan Penghasilan.

Sedangkan, spesifikasi rumah yang diperbolehkan adalah:

  1. Rumah tapak dengan luas tanah maksimal 72 m2.
  2. Rumah susun berukuran antara 21 m2 hingga 36 m2.

KPR bersubsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan memiliki tingkat suku bunga maksimal 7,25%, sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Selain itu, angsuran tetap selama masa tenor (fixed rate mortgage) dengan metode perhitungan bunga anuitas atau efektif. Uang muka disesuaikan ketentuan bank pelaksana, dan tenor sesuai kesepakatan dengan bank pelaksana, dengan periode masa cicilan antara 5 sampai dengan 20 tahun.

18 pemikiran pada “Syarat Mudah Memiliki Rumah Secara KPR Bersubsidi

  1. Ping-balik: Persyaratan Mengajukan KPR/KPA | Banding

  2. Kalau untuk yg berlokasi di tangerang..kira-kira Lokasi Perumahan nya dimana..Dan bagaimana cara untuk mengajukan nya.
    Terimakasih

    • Perumahan KPR bersubsidi tidak lagi diperkotaan, kini sudah merambah ke setiap pesisir/pelosok karena harga yang murah, setiap kabupaten menurut khansa ada, tinggal datang ketempat sekretariat develover. Setiap Develover biasanya gencar memasarkan perumahannya dengan memasang baliho atau pengumuman lainnya. Ciri yang bersubsidi misalnya harga maksimal sekian puluh juta, ada syarat batasan untuk penghasilan. Booking rumah, DP rumah, dan syarat administrasi seperti KTP, KK, surat kawin, pas photo. Kemudian mengajukan kreditnya pada Bank yang ditunjuk pemerintah.

  3. Sy dan suami sdh cape ngontrak trus. Mw ambl kpr bersubsidi, tp ga punya dp usaha suami bengkel motor, gmn carany tlg d bantu.

    • KPR bersubsidi itu 2 ada, dari pmohon umum dan dari pmohon yg memiliki kepesertaan Jamsostek. Dari umum biasanya dp lebih kecil namun cicilan berubah sesuai suku bunga dan dari Jmstk berlaku flat krn dp lbh besar. Apbla mmiliki psrtaan Jmsstk, dpt pinjmn DP rmh sebsr 20 jt (kpsertaan min 1 thn), cari sja prumahan dgn dp sekitar 20 jt.

  4. Kalo KPR non subsidi untuk rumahnya kita bs nunjuk sendiri atau sesuai dengan yg sudah disediakan oleh developer yg kerja sama dengan bank? Mohon bantuanya. Terima kasih

    • Khusus untuk KPR Bersubsidi, seperti yg pernah saya manfaatkan dari kepertaan Jamsostek atw diluar Subsidi Jamsostek, SIUP atau NPWP tidak menjadi syarat pengajuan KPR. Untuk lebih jelas bisa konfirmasi ke pihak Bank yang menyediakan program KPR.

  5. Sy dan suami berniat mengajukan kpr bersubsidi, tp penghasilan suami hanya 2,5 jt perbulan, apakah pengajuan saya bisa di acc oleh bank?mohon bantuanya. trim’s

  6. saya sudah cari perumahan yang tanpa dp kerjasama jamsostek wilayah sidoarjo…???
    tp gak ad…!!!smuanya tetep aj pakek dp tinggi..tolong informasi lokasi perumahan mana aj…
    trima kasih..bls

    • .. mba bisa lebih detail dan update, datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek untuk mendapatkan informasi perumahan yang sedang dibuka atau developer yang bekerja sama dengan Jamsostek.

  7. ass…saya karyawan swasta dengan penghasilan rata2 4,1jt/bulan,tp gaji pokok saya hanya -2,5/bulan,klo saya ingin kpr subsidi kira2 di acc gk yah?? trims….sangat.

  8. Mba mau tanya, saya ada ambil Perumahan bersubsidi diwilayah tambun. Pihak marketing perumahan tersebut bilang kalau bekerja sama dg BTN keranji. Namun setelah saya kroscek ke BTN tersebut mereka bilang tidak ada kerjasama dengan perumahan tersebut. Kira2 itu penipuan dr perumahan yg saya ambil itu atau bagaimana ya mba? Mau tanya sistem Kerjasama pihak BTN dg developer perumahan itu spt apa ya yg sebenarnya? Mohon di balas secepatnya ya mba. Suwun

    • Sobat, dari kasus ini, Khansa belum bisa menentukan mana informasi yang sebenarnya, namun pada dasarnya, pihak BTN lah yang akan menentukan apakah Sobat layak mandapatkan KPR bersubsidi, dan pada saat pengajuan, disitu akan kita cantumkan developer mana yang akan kita mintai kerjasama.

  9. saya berniat mengajukan kpr bersubsidi dan saya punya usaha mandiri di bidang digital printing/offset/finishing dan kerjaan ini saya tangani bersama ayah dan kakak laki2 isteri kakak karyawan umy, dari kerjaan ini sy dapat menyelesaikan kuliah tlh wisudah Desember ini. Rumah yang sy tempati sekarang bulan Januari 2015 sudah harus kosong, padahal sy betul2 nggak punya rumah tapi kalau uang tabungan dirumah bukan di bank ada Rp 70.000.000,-. Rencana uang ini mau tak pakai dp Rp 60.000.000,- sisanya tak pakai keperluan pindahan, yang jadi pertanyaan saya kenapa syarat2 nya harus pakai NPWP, SIUPP dan Rekening koran ???? padahal saya tidak mengenal itu dan saya akan mengajukan kpr entah subsidi entah bukan syaratnya itu yang sulit bagi saya. Saya penduduk Kasihan, Bantul, Yogyakarta

    • KPR bersubsidi diperuntukan bagi karyawan/wiraswasta yg memiliki penghasilan maks 3,5 juta/bulan dengan dp yang sudah ditentukan oleh pihak developer/bank dengan ketentuan rincian cicilan. Dengan melampirkan NPWP, SIUP maupun rekening koran, pihak bank akan mudah menilai bahwa sobat berhak atau layak mendapatkan KPR bersubsidi.

  10. saya juga berminat u/ memmiliki rumah melalui KPR bersubsidi, masih lajang. Namun yang membuat saya bingung n khawatir adalah masalah Developernya..jadi yg ingin saya tanyakan :
    1. Bank penyedia KPR bersubsidi apakah sudah menentukan Developer atau haruskah pemohon yang mencari developerx sendiri?
    2. syarat dan ketentuan u/ KPR bersubsidi disemua daerah apakah sama (saya saat ini di area makassar)
    U/ infonya saya ucapkan terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>