Strategi Pengendalian Program K3

Penanganan bahaya dan resiko pekerjaan merupakan bagian dari sistem kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3). Penetapan strategi pengendaliannya disesuaikan dengan perubahan situasi, aktifitas dan perubahan material, dengan kata lain bahwa identifikasi dan penilaian bahaya dan resiko yang akan terjadi dapat mempengaruhi pula terhadap penetapan pengendalian itu sendiri. Berbagai arahan keselamatan dan kesehatan kerja terdiri dari tindakan antisipasi keberadaan faktor penyebab, berikut pencegahan yang dilakukan sebelumnya, pemahaman terhadap jenis-jenis bahaya yang dilanjutkan dengan mengidentifikasi tingkatan bahaya dilingkungan kerja. Selanjutnya yang dilakukan adalah tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya bahaya dan resiko yang menimbulkan komplikasi.

Salah satu ketentuan adanya kebijakan K-3 dalam melakukan pencegahan terjadinya resiko kerja adalah dengan memelihara prosedur untuk proses identifikasi dan informasi atau akses terbaru kepada  hukum yang berlaku maupun persyaratan seperti kebijakan OHSAS 18001 : 2007. Seperti halnya dalam melakukan identifikasi dan penilaian resiko kerja, kemudian pencarian informasi yang selalu update mengenai hukum dan persyaratan lainnya dalam menunjang sistem manajemen OHSAS 18001 : 2007 sangat diperlukan. Apabila semua informasi, ketentuan dan syarat-syarat sistem manajemen OHSAS 18001 : 2007 sudah terpenuhi, kebijakannya haruslah disosialisasikan kepada semua bagian dilapangan sehingga nantinya sasaran kebijakan K-3 menjadi tanggungjawab semua bagian.

Pengendalian bahaya dan resiko dapat berupa pengendalian tehnik, berdasarkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan, perusahaan akan menentukan berbagai prosedur kerja. Aktifitas dari seluruh pelaksana dilapangan terdiri dari karyawan perusahaan dan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan dengan menggunakan prosedur sesuai dengan kebijakan yang sedang digunakan, prosedur yang dibuat mencakup pengaturan seluruh kegiatan yang rutin maupun insidental, kebiasaan yang dilakukan dilapangan, pengaturan untuk penyediaan sarana, peralatan dan material, sistem yang digunakan termasuk perubahan sistem itu sendiri dan melakukan update terhadap persyaratan, hukum serta undang-undang (evaluasi kesesuaian).

Cara pengendalian terhadap ancaman bahaya kesehatan, dapat dilakukan seperti mengganti prosedur kerja, menutup dan mengisolasi bahan berbahaya, identifikasi jenis limbah, pengendalian limbah yang berbahaya untuk diatur sesuai dengan jenis limbah dan pengaturan ventilasi untuk pergantian udara.

Pengendalian berikutnya adalah pengendalian administrasi dengan membuat dan menyusun peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, ketentuan pemakaian alat pelindung diri (APD) dilokasi yang memungkinkan terjadinya bahaya atau resiko terhadap pekerjaan. Pada lokasi kerja yang memngkinkan adanya bahaya dan resiko dapat dipasang tanda-tanda bahaya atau peringatan, perusahaan dapat melakukan kampanye berupa slogan, poster, banner dan spanduk, pembuatan daftar bahan-bahan yang berbahaya maupun bahan yang aman. Sistem kebijakan OHSAS 18001 : 2007 dalam impelemtasi produk terhadap sistem perusahaan mengatur pengendalian yang terkait dengan pembelian sarana yang dibutuhkan dan penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja terhadap pihak seperti subkontraktor.

Pengendalian dalam program keselamatan dan kesehatan kerja selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan untuk melihat kesesuaian terhadap prosedur yang digunakan. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan pengukuran kinerja dan pemantauan berdasarkan kinerja OHSAS, untuk memantau kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK), kejadian termasuk near-misses dan bukti-bukti yang lain. Semua catatan hasil pemantauan perlu disimpan dan dipelihara sebagai mana mestinya untuk digunanakan sebagai dasar dalam analisa tindakan perbaikan dan pencegahan. Pemeriksaan dilakukan terhadap kejadian menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja, dengan melakukan investigasi yang berdasarkan pada faktor-faktor penyebab, identifikasi tindakan perbaikan, pencegahan dan mengkomunikasikan hasil investigasi tersebut.

Pengendalian program keselamatan dan kesehatan kerja dalam menemukan ketidaksesuaian, pembuatan prosedur harus memperhatikan ketentuan berupa tindakan mengurangi resiko, kegiatan menghilangkan penyebab yang disebut eliminasi, dan evaluasi tindakan dibutuhkan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan dari pemeriksaan secara medis setiap tenaga kerja yang masuk maupun pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau tingkat penyakit akibat kerja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>