Sosialisasi BPJS Kesehatan PT. Jamsostek dan PT. Askes

Pelaksanaan BPJS Kesehatan sudah dipastikan akan beroperasi pada awal 2014 mendatang. Bentuk persiapan dimulai dengan membangun kerjasama dengan pihak terkait hingga sosialisasi dan pendataan fasilitas pemberi layanan kesehatan. Adapun pelaksanaannya di bagi menjadi dua bagian yaitu BPJS Kesehatan yang merupakan pengalihan dari PT Askes (Persero) dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai pengalihan dari PT Jamsostek (Persero). PT. Jamsostek bekerjasama dengan PT Askes dimulai sejak bulan Maret 2013, untuk pengalihan peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) ke PT. Askes (Persero), informasinya ditargetkan akhir tahun ini prosesnya sudah harus selesai.

Terkait pengalihan JPK Jamsostek (Persero) dan PT. Askes (Persero), menjalin kerjasama dengan Disnakertrans dan Dinas Kesehatan di Kabupaten dan Kota. Kegiatan sosialisasi bersama dilakukan oleh PT. Jamsostek dan PT. Askes untuk pertama di Jawa Barat dalam mempersiapkan program BPJS Kesehatan di tahun 2014 ini dengan berbagai perwakilan perusahaan dan instansi terkait. Pemberitahuan mengenai acara sosialisasi terkesan mendadak, karena khansa sendiri kemarin baru mendapatkan fax mengenai surat undangan acara dan dikonfirmasi oleh Bapak Lucky Bestari sekitar pukul 13.00 Wib. dari kantor Jamsostek Bandung I. Acara sosialisasi dilaksanakan pada hari Rabu, 25 September 2013 ini bertempat di hotel Aston Primera Pasteur Jl. Djundjunan No. 96 Bandung.

Acara Sosialisasi BPJS Kesehatan yang diprakarsai PT. Askes, berlangsung dimulai pukul 08.00 Wib. dengan coffe break, sambutan dari pihak Premprov. Jawa Barat, pembacaan doa dan acara inti yaitu materi dan diskusi dipimpin Ka. Kanwil PT. Jamsostek sebagai moderator, dengan dua narasumber dari PT. Askes oleh Ka. Group Pemasaran PT. Askes, ibu drg. Jenni Wihartini MM, MHP, HIA, AAK dan Ka. Divisi Pengembangan Kepesertaan PT. Jamsostek, Bapak Enda Ilyas Lubis SE.

Khususnya PT. Jamsostek (Persero) yang bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan, menurut Ka. Divisi Pengembangan Kepesertaan PT. Jamsostek, persiapan sebagai BPJS Ketenagakerjaan, memiliki 3 aspek yaitu dalam hal program diantaranya Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) di tambah dengan program Pensiun yang direncanakan akan dimulai pada 1 Juli 2015, namun itu tentu akan ada iuran-nya yang premi-nya masih dalam pembahasan. Kemudian aspek pelayanan yang tentu pelayanan ini tidak hanya dilakukan dalam sektor formal namun nantinya akan dilaksanakan dalam sektor informal. Jelasnya lagi disampaikan bahwa untuk aspek optimalisasi dana ini diharapkan akan lebih baik, seperti dana PUMP untuk kredit rumah bersubsidi, beasiswa anak sekolah dsb. Selain itu mengenai peng-optimal-an dana ini, akan diberlakukan subsidi silang.

Hal lain dijelaskan bahwa untuk iuran, ada beberapa yang sedang dalam pembahasan lebih lanjut terutama perubahan ketentuan iuran untuk Jaminan Kecelakaan Kerja, dalam BPJS Kesehatan nantinya, yang sebelumnya apabila tenaga kerja mendapat perawatan karena kecelakaan kerja, pihak perusahaan terlebih dahulu menanggung biaya perawatan selanjutnya akan dilakukan sistem reimbers kepada PT. Jamsostek. Namun nantinya BPJS Kesehatan akan menanggung langsung biaya, asalkan tenaga kerja cukup memperlihatkan kartu kepesertaan Jamsostek saja. Sementara untuk premi Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, iurannya masih tetap.

PT. Jamsostek (Persero) sendiri harus menyiapkan pengalihan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dan menyiapkan pengalihan aset dan liabilitas serta hak dan kewajiban program jaminan pemeliharaan kesehatan PT. Jamsotek terkait penyelenggaraan program jaminan pemeliharaan kesehatan ke BPJS Kesehatan sebagaimana tercantum dalam pasal 61 hurup a dan c. Untuk iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan masih dalam pembahasan, namun sudah memberikan ancer-ancer yakni diberlakukan secara flat sebesar 4,5% dari pemberi kerja dan 0,5% dari pekerja.

Dalam session diskusi cukup berlangsung menarik, peserta acara menanyakan mengenai validasi data yang akurat yang tidak memungkinkan pihak BPJS dapat melakukannya dengan baik sesuai yang diharapkan karena hal ini akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan terutama pelayanan rumah sakit. Namun Ka. Group Pemasaran PT. Askes menjelaskan bahwa hal ini akan berjalan sesuai yang diharapkan, sesuai dengan penyerahan data pihak PT. Jamsostek kepada PT. Askes yang ditunjuk sebagai penyelenggaranya, secara sistem pendataan-pun hampir sama.

Dari pelayanan sendiri, peserta mempertanyakan apakah PT. Askes mampu dalam memberikan pelayanan maksimal, sementara contohnya saja PT. Askes di Bandung sendiri hanya memiliki 2 (dua) kantor cabang. Sementara berbeda dengan PT. Jamsostek sendiri yang telah memiliki beberapa kantor cabang, yang telah memberikan pelayanan baik. Menurut Ka. Group Pemasaran PT. Askes, PT. Askes akan segera membuka kantor cabang yang lain sesuai kebutuhan seperti daerah lain di luar Jawa Barat yang memiliki banyak pabrik-pabrik.

Bagaimana mengenai kartu kepesertaan BPJS Kesehatan dan fasilitas rawat inap bagi pekerja? Ibu Jenni Wihartini menambahkan bahwa pembuatan kartu BPJS Kesehatan bagi peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) akan dilakukan secara bertahap, pada tahap awal sangat diutamakan bagi TNI/Polri yang kebanyakan tidak memiliki kartu peserta kesehatan dari instansi terkait, penggunaan kartu peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan sendiri, masih berlaku hingga bulan Juni 2014 nanti. Untuk manfaat akomodasi bagi peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi pekerja penerima upah mendapatkan fasilitas kelas 1 dan 2.

Oleh karena pemerintah ingin mensukseskan Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, dimana yang mampu membayar yang tidak mampu dst, maka sangat memungkinkan jika untuk iurannya sendiri bersifat gotong royong. Iuran terbagi menjadi 3 kategori diantaranya : Penerima Bantuan Iuran (PBI) yaitu fakir miskin dan orang tidak mampu akan dibayar pemerintah, Pekerja Penerima Upah (PPU) dibayar oleh pemberi kerja dan pekerja serta Pekerja bukan penerima upah yang dibayar oleh peserta ybs. PT. Askes ditujuk oleh pemerintah sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kita dukung saja ..

 

3 pemikiran pada “Sosialisasi BPJS Kesehatan PT. Jamsostek dan PT. Askes

  1. BPJS Ketenagakerjaan menjamin JHT, JKK, dan JM, BPJS Kesehatan menjamin JPK. Kalau semasa di Jamsostek, masalah kesehatan dilakukan kerjasama dg klinik2 atau RS tertentu ( Swasta ) sbg rujukan yang pelayanannya lbh baik dari RS Pemerintah, apakah setelah ke BPJS Kesehatan kerjasama tsb masih berlaku? Karena kalau melihat PT. Askes selama ini kalau orang sakit ( PNS ) dirujuk ke RS Pemerintah yang nota bene pelayanannya tidak sebaik RS Swasta.. Kalau sakit ringan ( flu, demam ) selama ini peserta Jamsostek berobat ke klinik2 yg ditunjuk, nantinya di BPJS Kesehatan apakah masih ada semacam itu atau dialihkan ke Puskesmas? Kalau spti itu kayaknya tidak lebih baik…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>