Entri Data Badan Usaha BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan melalui badan usaha, untuk pendaftaran BPJS Kesehatan sejak awal bulan Januari 2015 yang lalu, BPJS sudah memberlakukan pelayanan melalui entri data elektronik yang kenal dengan aplikasi e-DABU. Perusahaan kini tak lagi harus mondar mandir mendatangi kantor BPJS Kesehatan apabila hanya akan melakukan entri data karyawannya yang menjadi peserta. Aplikasi ini launching pada 1 November 2014, melalui aplikasi tersebut, perusahaan yang akan melakukan entri data perlu terkoneksi langsung dengan server BPJS tersebut. Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk entri data karyawan baik penambahan, pengurangan maupun rekon iuran.

Aplikasi e-DABU dianjurkan kepada seluruh badan usaha yang mendaftarkan pesertanya kepada BPJS Kesehatan. Manfaatnya-pun akan lebih efisien dan mudah dalam entri data karyawan yang didaftarkan dalam BPJS Kesehatan. Semua kegiatan entri data perusahaan juga akan tercatat dan terekam dalam aplikasi tersebut.

Belum semua badan usaha mendapatkan sosialisasi mengenai penggunaan aplikasi e-DABU tersebut. Dibeberapa daerah, BPJS Kesehatan sudah melakukan upaya sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut, dimulai sejak diresmikannya di penghujung tahun lalu. Bagi perusahaan/badan usaha yang akan melakukan pendataan peserta baru diwajibkan sudah menggunakan aplikasi tersebut. Selain upaya sosialisasi, kantor BPJS Kesehatan menerima dan melayani pihak badan usaha yang masih belum paham dalam menggunakan aplikasi elektronik tersebut.

Jika sebelumnya pelayanan BPJS Kesehatan untuk badan usaha, secara teknis pelayanan lebih terkesan berubah-ubah dan gontok-gontokan, kini secara sistem sudah tertata dengan baik. Untuk kantor pelayanan khusus yang melayani dari badan usaha seperti kantor cabang BPJS Kesehatan kota Bandung di jalan Pelajar Pejuang, mulai bulan Januari 2015 pelayanan badan usaha dipindahkan ke kantor Divre V Jawa Barat di jalan Djungjunan. Untuk pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan Bandung dijalan Pelajar Pejuang hanya melayani pendaftaran BPJS Kesehatan dari Mandiri, PNS, TNI dan Polri saja.

Bentuk pelayanan antrian khusus di BPJS Kesehatan Divre V Jawa Barat, disiapkan lebih spesifik. Pelayanan bagi badan usaha yang akan melakukan registrasi peserta perusahaan baru mendaftar, atau mutasi, entri data e-dabu, pengambilan kartu dsb, disediakan jenis antrian berbeda. Oleh karena itu peserta badan usaha akan lebih terkoordinir dalam mendapatkan pelayanannya. Jika sebelumnya, sebelum pindah ke kantor BPJS jalan Djungjunan, peserta badan usaha harus berinisiatif menyusun nomor antrian sebelum mendapatkan nomor antrian yang disediakan oleh petugas BPJS, karena kantor BPJS Kesehatan di jalan Pelajar Pejuang, baru buka sekitar pukul 07.30 wib, sementara peserta badan usaha sudah antri jauh sebelum kantor dibuka. Data antrian yang dicatat akan ditukarkan dengan nomor antrian yang disediakan oleh petugas. Pelayanan-pun terbatas bagi badan usaha, yakni hanya dibuka hingga 20 nomor antrian saja. Untuk mendapatkan pelayanan kepada badan usaha yang akan melakukan entri data hanya disediakan oleh satu petugas BPJS Kesehatan. Durasi pelayanan BPJS untuk satu badan usaha saja bisa membutuhkan waktu cukup lama.

Perubahan pelayanan terlihat pada saat badan usaha akan melakukan entri data peserta, jika sebelumnya, entri data perlu memiliki satu nomor antrian saja, namun setelah pindah pelayanan BPJS Kesehatan di jalan Djungjunan, nomor antrian disediakan bagi beberapa jenis kepentingan entri data. Untuk tetap mengantisipasi menumpuknya jumlah peserta badan usaha, pembatasan pelayanan tetap diberlakukan dengan menyediakan nomor antrian yang terbatas.

Dengan disediakannya entri data peserta badan usaha melalui aplikasi e-dabu, peserta badan usaha akan lebih efektif dan efisien, sehingga badan usaha akan lebih memperhatikan kelengkapan data yang dikirim oleh masing-masing badan usaha. Migrasi data akan jauh lebih efektif karena badan usaha-lah yang lebih menentukan dalam memberikan entri data yang benar. Kesalahan pengiriman data dari badan usaha akan dikembalikan kembali via aplikasi e-dabu, pihak badan usaha perlu mengkoreksi data ulang setelah petugas BPJS yang memproses akan menunjukan letak kesalahan data, kemudian data dikirim kembali oleh badan usaha melalui aplikasi tersebut.

Informasi kegagalan proses pada saat entri data dengan menggunakan aplikasi e-dabu, akan otomatis diketahui oleh badan usaha seperti kegagalan pada saat mutasi data peserta, aplikasi akan menunjukan bahwa proses mutasi data gagal oleh salah satu faktor seperti peserta masih terdaftar pada badan usaha yang lain atau Master File Lokal (MF Lokal). Demikian juga apabila dalam entri data terdapat pengisian form data yang belum lengkap atau belum terisi. Apabila sebelumnya kelengkapan pengisian data migrasi atau mutasi data diserahkan sepenuhnya kepada petugas BPJS, kesalahan maupun kegagalan migrasi data hanya dapat diketahui dari data peserta aktif atau data iuran perusahaan. Sehingga badan usaha kesulitan untuk mengecek apakah data peserta keseluruhan dapat terproses atau masih ada data peserta yang belum terproses. Melalui aplikasi e-dabu, badan usaha bisa mengecek langsung data peserta secara online.

Entri ini ditulis dalam Tak Berkategori oleh . Buat penanda ke permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *