Cara Nyeleneh Mendaftar BPJS Kesehatan

Dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional melalui program BPJS Kesehatan, layanan kesehatan kini terbuka bagi masyarakat luas termasuk masyarakat penerima bantuan iuran (PBI), Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Kepolisian, BUMN, BUMD, badan usaha hingga masyarakat umum dengan sistem subsidi silang, sehingga ibaratnya yang mampu akan mensubsidi yang miskin. Untuk mendapatkan layanan kesehatan BPJS Kesehatan, para pegawai negeri sipil dll, yang sudah memiliki kartu Askes sebelumnya, masih bisa menggunakan kartu Akses namun bisa menggantinya dengan kartu BPJS dengan mengurus ke kantor BPJS Kesehatan yang dulunya adalah Kantor Askes. Termasuk bagi para peserta dari badan usaha seperti pemilik kartu JPK Jamsostek, harus mengurus kartu BPJS Kesehatan oleh perusahaannya masing-masing. Ada beberapa kriteria dengan istilah nyeleneh yang mungkin perlu diketahui seperti pengurusan BPJS Kesehatan di Kantor Utama Bandung antara lain :

Sadinten Tos Tinggal Beres – Sulit Daftar (STTB SD),  ini merupakan pengurusan dengan one day service yaitu pengurusan kartu keanggotaan yang 1 hari bisa selesai. Namun mirip dengan memiliki STTB SD dimana kita untuk mendapatkannya perlu perjuangan dengan semangat ’45. Untuk bisa mendapatkan layanan ini, sobat harus datang ke kantor BPJS setelah subuhan, tanpa datang lebih dulu kita tidak bisa untuk mendaftar, karena untuk mendapatkan pelayanan, perlu mendapatkan nomor antrian terlebih dahulu. Bahkan sekarang dengan ketentuan baru, untuk bisa masuk ke dalam gedung tempat loket pendaftaran saja, harus mendapatkan nomor antrian terlebih dahulu. Peserta sudah mengantri dari pagi-pagi buta, dimana orang lain masih mata buta alias masih tidur, calon peserta BPJS sudah melek. Petugas security akan menandai nomor antrian pada berkas, kemudian pada jam 07.00 membagikan nomor antrian dari mesin antrian micro controller yang sudah disiapkan petugas dan langsung masuk kedalam gedung.

Karena pendaftar BPJS Kesehatan ini banyak, disamping, keperluan pengurusan lainnya seperti ada yang ingin melakukan koreksi atau pindah faskes, penambahan anggota keluarga dsb yang tidak sebanding dengan petugas pelayanan, maka pembatasan nomor antrian menjadi mutlak diberlakukan. Sehingga yang mengantri tentu tidak dapat diprediksikan jumlahnya, sementara batas pelayanan maksimal pada jam 04.00 Wib.

Saminggu Tos Tinggal Beres – Se-Lanjutnya Titip Petugas (STTB SLTP). Nah ini tingkat lanjutan mirip dengan istilah jika anak sekolah yang sudah lulus melanjutkan ke sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP/SMP).  Sobat-sobat yang mengurus sudah melebihi batas waktu pelayanan. Berkas pendaftaran bisa dititip kepada petugas untuk dikerjakan kesesokan hari bahkan bisa membutuhkan waktu satu minggu seperti pengurusan pendaftaran peserta dari kategori badan usaha/perusahaan yang pengurusannya bisa atau secara kolektif. Jika sobat dari kategori badan usaha misalkan mendapat antrian lebih dari 75, atau petugas sudah kepayahan, ya itu bisa masuk kategori titip. Maka itu artinya, sobat hanya menitipkan berkas-berkas kemudian akan diminta oleh petugas untuk kembali lagi maksimal sudah seminggu untuk mengambil kartu.

Ada juga sih pendaftar yang mencoba memanfaatkan jasa para calo-calo untuk mengurus pendaftaran, istilahnya titip juga, namun resiko ditanggung penumpang, tentu mereka tidak gratis alias meminta balas jasa, luar biasa mereka bisa mematok harga jasa hingga 150 ribuan per-keluarga. Istilah di dunia pendidikan ini mirip dengan STTB Paket B atau istilah nyelenehnya paket berbayar untuk Sadinten Tos Tinggal Beres – Se-Lanjutnya Titip Artos (STTB SLTA).

Sistem selanjutnya lebih efektif lagi, tidak perlu memiliki STTB SD, STTB SLTP atau STTB SLTA lagi dan tidak perlu harus mengantri yaitu dengan sistem pendaftaran online. Hampir mirip dengan daftar calon-calon mahasiswa, daftar BPJS Kesehatan bisa dengan sistem online juga. Sebenarnya khansa belum mencoba dengan sistem ini. Tapi antrian ini mungkin yang paling sedikit jumlahnya, karena terutama bagi masyarakat umum yang tidak terbiasa dengan per-internetan-an lebih memilih untuk mendaftar secara manual.

Bagi peserta pendaftar yang sudah memiliki nomor antrian diharapkan untuk tetap menunggu pemanggilan. Pemanggilan terbagi menjadi beberapa dari kategori peserta pendaftar. Misalkan untuk pendaftar dari Jamkesmas mendapatkan nomor dibawah 50-an diloket 1 dan 2, dari pendaftar umum mendapatkan nomor antri dibawah 100-an diloket 3 dan 4, dari badan usaha akan diberikan nomor dengan angka 250-an untuk diloket 5, dari peserta PNS diberikan nomor antrian 300-an diloket 6, loket 6 dan 7 untuk loket pengaduan, sedangkan peserta pendaftar online diloket tersendiri. Rencananya untuk bulan september, selain peserta dari polisi dan TNI, khusus peserta dari badan usaha akan dilayani di lantai 3 (tiga) dengan masih tetap jumlah pelayanan peserta maksimal untuk 20 peserta saja. Untuk pemannggilan antrian, peserta yang tidak hadir ditempat maka pemanggilan kembali hanya dilakukan setelah urutan panggilan terakhir habis, bahkan sobat bisa dikategorikan untuk Se-Lanjutnya Titip Petugas (SLTP).  

Alhamdulillah Sempurna  …

Entri ini ditulis dalam Tak Berkategori oleh . Buat penanda ke permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *