Buat Apa Pake Coba-Coba

Dalam hubungan suami istri, jika seorang suami terkadang sarapan pagi sampai makan malam tidak tersedia atau mungkin perasaan sedang kacau, atau pasangan mencoba melakukan perselingkuhan karena faktor tidak puas dengan istri atau sebaliknya. Tentu banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mencoba berselingkuh, seperti seorang istri yang memang sudah sifatnya genit atau senang berganti-ganti pasangan. Kondisi keluarga karena faktor ekonomi, perbedaan pemahaman, kekerasan dalam rumah tangga, tidak memiliki anak atau terlalu banyak anak, ketidak-cocokan dengan mertua dsb. Perselingkuhan lian akibat adanya godaan orang lain yang memberikan perhatian lebih, di saat pasangan sudah tidak lagi memperhatikan. Nah loh!.

Kehidupan yang monoton bisa menentukan adanya perselingkuhan yakni menurunnya gairah terhadap pasangan masing-masing. Menikah karena terpaksa karena tuntutan orang tua, mengakibatkan adanya perasaan tidak rela di dalam hati sehingga menimbulkan perasaan tidak menyukai pasangannya sendiri atau terburu-buru menikah sehingga menyesal karena hilangnya masa muda, istilahnya adanya pernikahan dini.

Keluarga yang baru menikah atau telah lama menikah, banyak memilih untuk tinggal di salah satu keluarga mereka. Artinya secara materi belum memadai untuk berpisah dan membangun keluarga secara mandiri. Namun bisa saja timbul permasalahan dikemudian hari, orang tua bisa saja ikut andil dalam kehidupan rumah tangga pasangan. Bahkan dalam berbagai masalah pasangan, orang tua terkadang memberi pengaruh besar bagi keharmonisan keluarga karena secara tidak langsung, pasangan tinggal dan menetap pada orang tua, secara ketentuan dan aturan masing-masing keluarga harus mengikuti ketentuan keluarga besarnya tersebut. Munculah masalah seperti perselingkuhan, satu diantaranya tidak komit terhadap perjanjian pernikahan yang mereka bangun.

Masih banyak alasan yang bisa dipakai untuk berselingkuh, namun sebaiknya sebelum berselingkuh, ingatlah baik-baik kepada Tuhan dan cobalah memandang apa yang akan terjadi dengan keluarga pada saat coba-coba selingkuh itu diketahui oleh umum dan keluarga. Apabila memang tidak dapat lagi mencintai pasangan masing-masing, cobalah mencari perantara pernikahan / mediasi untuk memperbaiki kehidupan rumah tangga. Apabila tidak dapat dipertahankan lagi barulah proses bercerai dan mencari pasangan lain yang lebih cocok dengan keinginan / perasaan.

Coba-coba berselingkuh terjadi dikarenakan berbagai hal, bisa jadi karena sang suami tidak diijinkan untuk menikah lagi, atau juga bisa disebabkan oleh permasalahan di dalam rumah, sehingga suami atau istri melepaskan kepenatan masalahnya dengan cara selingkuh. Jika suami atau istri kita selingkuh, coba telusuri penyebabnya, jika misalnya karena suami kurang puas dengan pelayanan istri, maka sepatutnya istri berusaha semaksimal mungkin untuk melayani suami dengan baik, agar suami tidak selingkuh dengan orang lain. Begitupun suami yang diselingkuhi istri, istri merasa kurang puas dengan penafkahan suami, maka sepatutnya suami berusaha semaksimal mungkin untuk menafkahi istri secara lahir dan bathin. Apabila suami memiliki Wanita Idaman Lain (WIL), istri tidak mau kalah, mereka bisa memiliki Pria Idaman Lain (PIL).

Putus sebelum sebuah hubungan berakhir membuat pasangan gelisah. Seperti suami, seorang istri tentu memiliki ego, mencoba berselingkuh adalah cara aman untuk mendapatkan perhatian yang tidak didapat dari seorang suami. Apabila kehidupan keluarga yang monoton kemudian ada pihak lain yang dapat membuat hidup mereka lebih menikmati, maka selingkuh menjadi alternatif bagi kedua pasangan. Seorang istri yang berselingkuh biasanya disebabkan karena hubungan yang kurang intim, intim diartikan bukan hanya sekedar hubungan seks, melainkan karena kurangnya hubungan emosional masing-masing pasangan.

Merasa dicuekin dalam keseharian, maka pasangan mencoba untuk mencari pasangan lain. Apabila seorang istri sudah tidak dianggap lagi oleh suami, suami lebih memilih banyak berkumpul dengan teman-temannya dari pada bercengkrama dengan keluarga. Situasi tersebut memicu pasangan untuk berpikir mencari pasangan lain. Beberapa pasangan istri menuntut hubungan seks yang taratur dari suami. Masalahnya apabila pasangan menderita ejakulasi dini, atau lebih parah lagi ke impotensi, sehingga dalam beberapa kasus pasangan memilih untuk mencari kepuasan diluar hubungan suami istri. Kondisi dan situasi yang mendukung, suami atau istri terkadang menginginkan sesuatu yang baru, pantasi yang baru, terkadang mereka hanya sekedar mencoba-coba sehingga perselingkuhan itu benar-benar terjadi.

Sebenarnya salah satu kunci keluarga bahagia adalah adanya pemahaman dan pelaksanaan hak dan kewajiban suami istri di dalam bahtera rumah tangga. Diperlukan kerjasama antara suami dan istri dalam membangun keharmonisan rumah tangganya. Hal yang terpenting didasari dengan agama, keluarga tersebut akan menjadi sakinah. Seorang suami yang beriman akan mampu menjadi kepala rumah tangga yang baik dan kelak membawa keluarganya menuju syurga. Seorang istri yang sholehah tentunya yang selalu taat pada suaminya serta mampu menjaga keluarganya senantiasa dalam kebaikan.

Adakalanya akibat perselingkuhan, ikatan pernikahan itu tidak dapat dipertahankan lagi, karena sebab-sebab mendesak supaya sebaiknya ikatan itu diputuskan saja. Perselingkuhan karena ketidak-cocokan serius dan terus menerus, sehingga salah satu pihak melakukan kesalahan yang tak termaafkan mungkin karena penyakit jiwa atau yang lainnya. Dua orang manusia telah mengikat diri dengan akad nikah atas nama Allah, atas nama keluhuran. Apabila terpaksa harus bercerai, haruslah perceraian itu berlangsung dengan alasan-alasan yang cukup dapat dipertanggungjawabkan dan dengan cara yang seadil-adilnya.

Perceraian yang dilakukan oleh orang-orang yang beragama islam, baik yang diajukan oleh suami atau istri, pada prinsipnya hanya dilakukan didepan sidang pengadilan. Perceraikan itu hanya dapat dilakukan apabila pihak  pengadilan gagal dalam mendamaikan suami istri. Perceraian yang diajukan suami disebut cerai talak. Setelah pemohon cerai talak diajukan, proses maksimal adalah 30 hari setelah pengajuan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan didalam sidang tertutup, sebelumnya hakim melakukan sidang perdamaian, untuk  tahap sidang untuk ikrar talak, maka hakim akan memanggil kedua pasangan, sedangkan keputusannya diumumkan pada sidang terbuka atau terbuka untuk umum

Kadang perselisihan antara suami istri berujung pada perceraian. Ada suami yang enggan untuk menceraikan. Gugat cerai yang dilakukan istri disebut khulu. Suami memberikan jalan bagi istri untuk mengajukan gugatan cerai. Gugatan ini tentu saja didasari pada alasan yang dibenarkan, bukan hanya ingin berpisah. Jika ada sebab-sebab yang dibolehkan menurut syara, ibarat seorang istri meminta bercerai dengan suami yang berselingkuh, atau sebab lain seperti suaminya suka meninggalkan sholat, suka minum-minuman keras dan narkotika, atau memaksa istrinya berbuat haram, suka menyiksanya dan menolak memberikan hak-hak istri, tidak mau lagi mendengar nasihat dan tak berguna lagi upaya ishlah (perbaikan) maka tidak mengapa bagi sang istri meminta cerai sehingga ia tetap dapat memelihara diri dan agamanya.

ku meumeut ..

Entri ini ditulis dalam Tak Berkategori oleh . Buat penanda ke permalink.

Satu pemikiran pada “Buat Apa Pake Coba-Coba

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *