Beda Antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan

Apabila dulu kita mengenal yang namanya Jamsostek yaitu Jaminan Sosial Tenaga Kerja dikelola oleh PT. Jamsostek Persero, kini istilah tersebut sudah mulai menghilang beralih istilah menjadi  BPJS Ketenagakerjaan. Perubahan nama tersebut sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, dimana PT. Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan sejak tanggal 1 Januari 2014. Namun masyarakat terutama mereka yang dulu menjadi peserta Jamsostek atau sekarang BPJS Ketenagakerjaan belum bisa membedakan istilah BPJS yang dimaksud. Kebanyakan istilah BPJS tersebut disamakan dengan BPJS Kesehatan sehingga mereka yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, masih bingung apakah kartu BPJS Ketenagakerjaan bisa digunakan sebagai kartu kesehatan?Bahkan kartu Jamsostek yang dimiliki dianggap sudah tidak berfungsi, karena terbit kartu /KPJ dengan cetakan model baru. Mulai akhir Desember 2013 tahun yang lalu, BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai mencetak kartu peserta baru BPJS Ketenagakerjaan dengan tampilan baru, namun kartu Jamsostek /KPJ lama masih tetap berlaku.

Secara fungsi dan manfaatnya, Jamsostek tidak berubah dengan bergantinya nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, karena tetap merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial. Sebagai Lembaga Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dahulu bernama PT. Jamsostek Persero, merupakan pelaksana undang-undang jaminan sosial tenaga kerja. Program-programnya-pun masih tetap melanjutkan program Jamsostek seperti Jaminan Hari Tua /JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja /JKK, Jaminan Kematian /JK, Pendaftar tenaga kerja diluar hubungan kerja yang bekerja mandiri pada usaha-usaha ekonomi informal, Program Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Hasil kegiatan yang diikuti khansa pada acara Sosialisasi Penerapan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat untuk Provinsi Jawa Barat yang diadakan di Hotel Horizon tanggal 18 s/d 20 Agustus 2014, bahwa secara kualitas, program jaminan BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Kecelakaan, Jaminan Kematian, BPJS Ketenagakerjaan menjanjikan, untuk memberikan peningkatan biaya kompensasi atau santunan kepada perserta seperti perawatan karena kecelakaan kerja, biaya transfort, santunan meningggal dunia hingga biaya pemakaman.

Salah satu program jaminan pemeliharaan kesehatan /JPK Jamsostek, di era BPJS Ketenagakerjaan, program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bawaan Jamsostek tersebut, telah diserahkan kepada PT. Askes. Untuk penggunaan kartu JPK masih tetap dapat dipergunakan hingga kartu BPJS Kesehatan selesai dibuat. Maka BPJS Ketenagakerjaan berkonsentrasi seputar jaminan ketenagakerjaan saja yang mulai beroperasi mulai 1 Juli 2015 meskipun mulai melakukan pembenahan sejak 1 Januari 2014, seiring sedang digodoknya program baru BPJS Ketenagakerjaan yaitu program Pensiun.

Sementara bersamaan dengan ber-transformasi-nya Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan, maka Askes-pun berubah menjadi BPJS Kesehatan yang merupakan program pemerintah dalam membentuk kesatuan terhadap Jaminan Kesehatan Nasional /JKN yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan mulai menampung untuk kepesertaan dari program JPK Jamsostek, masyarakat umum dan masyarakat penerima bantuan iuran /PBI yaitu bagi masyarakat miskin yang menerima bantuan subsidi kesehatan dari pemerintah. Peserta yang dulunya adalah peserta Askes tetap melanjutkan kepesertaannya, secara bertahap untuk kartu-kartu kepesertaan mulai diganti, seperti kartu JPK Jamsostek hingga akhir April 2014, sementara kartu Askes tetap masih dapat dipergunakan hingga ada ketentuan dari BPJS Kesehatan untuk diganti.

Istilah BPJS Kesehatan di masyarakat begitu melekat dengan hanya menggunakan  nama atau istilah BPJS saja untuk jaminan kesehatan, sementara program BPJS itu ada 2 program yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu berbeda antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Mereka yang memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak diikutsertakan pada jaminan pemeliharaan kesehatan /JPK Jamsostek, belum tentu bisa mendapatkan program jaminan kesehatannya, maka mereka harus mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan untuk mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan, harus melalui badan usaha atau sebagai peserta umum. Mereka yang ingin menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui badan usaha, akan didaftarkan oleh badan usaha masing-masing, jika tidak, maka mereka tetap bisa mendaftar secara perorangan. Alhamdulillah ..

Entri ini ditulis dalam Tak Berkategori oleh . Buat penanda ke permalink.

7 pemikiran pada “Beda Antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan

  1. jadi yang sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan harus daftar juga untuk BPJS Kesehatannya kn???baik itu sendiri-sendiri atau lewat badan usaha ya??….nah kalau ada yang mau bikin kolektif karena desa nya jauh…gimana pelayanan dari BPJS Kesehatannya…apakah harus ikut antri juga??

    • BPJS Kesehatan saat ini sudah membuka cabang-cabang pelayanan. Bagi peserta dari badan usaha akan menjadi kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan secara kolektif, bagi wiraswasta atau masyarakat umum diwajibkan mengurus sendiri secara mandiri ke kantor BPJS Kesehatan terdekat. Antrian sudah menjadi budaya kita dimanapun kita akan mengurus sesuatu ke tempat pelayanan sosial

    • Tentu bisa, bahkan sebagai pengusaha diwajibkan mendaftarkan karyawannya kepada BPJS Ketenagakarjaan dan kesehatan. Sebagai masyarakat mandiri boleh mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Keternagajaan dan wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan. Proses pendaftarannya memiliki prosedur yang berbeda.

  2. Perusahaan yang saya ikuti Bergerak Dalam bidang Holtikultura, apakah bisa untuk mendaftarkan tenaga kerjanya Ikut BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan. tapi Hanya Orang oranG tertentu,dan bagaimana Mekanismenya?

    Terimakasih

    • Sudah barang tentu bisa, pendaftaran dilakukan secara kolektif, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan. Proses pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan melalui pembuatan Nomor Pendaftaran Perusahaan/NPP dengan mendatangi kantor BPJS TK, sementara untuk BPJS Kesehatan melalui registrasi pendaftaran badan usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *